Takola, Bangun Gedung Sekolah Libatkan SMK

oleh Apriliyadi 1.103

BAJAWA, vigonews.com - Pembangunan sarana dan prasarana sekolah (SD)  oleh Kemendikbud akan dikawal sepenuhnya oleh system aplikasi Takola (Tata kelola sekolah). Di kabupaten Ngada pembangunan sarana dan prasarana ini sudah mulai dilaksanakan tahun 2017, dan hingga saat ini sudah 25 sekolah yang dibangun dengan system ini.

 

Hal ini dikemukakan Kadis Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo kepada vigonews.com, Senin (19/03/2018) di ruang kerjanya.  Dikatakan, di kabupaten Ngada tahun 2017 sudah 25 sekolah yang direhap/bangun dengan program Takola.
 
Program ini di Kabupaten Ngada bersinergi dengan revitalitasi SMK - Sanjaya Bajawa, yakni dengan memanfaatkan SDM dari SMK yang memiliki kompetensi keahlian teknik bangunan. Hasil pemetaan, verifikasi, hingga proses pembangunan akan dimasukkan dalam sistem aplikasi Takola yang telah dipersiapkan, untuk menganalisis rasio, rekapitulasi kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, sampai rekapitulasi secara nasional.
 
Dalam kaitan dengan revitalisasi SMK, para siswa SMK Sanjaya jurusan bangunan didampingi para gurunya melakukan perhitungan dalam bentuk RAB yang kemudian akan disetujui Kadis Pendidikan untuk dikirim ke Kemendikbud. Dengan dasar itu, dana akan turun untuk melakukan pembangunan baik rehab maupun pembangunan ruang kelas baru. Sementara pengawasan pengerjaan dilanjukan oleh SMK.
 
Dengan adanya aplikasi Takola SD ini diharapkan data sarana dan prasarana yang dihasilkan lebih akurat, sehingga nantinya tidak ada lagi gedung sekolah yang rusak karena tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.
 
Kerjasama antara SD dan SMK Sanjaya ini, kata Sensi Milo juga sebagai upaya memberikan wadah bagi para siswa SMK melakukan praktik kerja lapangan. Selain itu, para siswa SMK juga dapat mengaplikasikan ilmu yang sudah  dipelajari di sekolah.
 
“Kita berharap kegiatan praktik kerja yang biasa dilakukan selama ini lebih tepat sasaran. Sebab sering terjadi untuk pemenuhan persyaratan praktik kerja terkadang PKL tidak sesuai dengan ilmu yang didapat di sekolah. Kita berharap dengan kerjasama ini, keterampilan siswa dapat tersalur dengan baik,” jelas Seni.
 
Dibagian lain, Sensi mengatakan, saat ini sudah sekitar 25 sekolah di Ngada yang direhab dan dibangun dengan system Takola ini. Sekola- itu di antaranya, SDK Ngedukelu yang baru saja diresmikan, SDI Bobou, SDK Tanalodu, SDK Ngoranale, SD Wajamala, SD Wogo, dan SD Lina Jawa. Sementara SD Rutosoro dan Rada Masa juga segera diremikan.
 
Revitalisasi SMK ini menjadi semacam daya dorong terhadap eksistensi SMK saat ini. Ke depan diharapkan upaya revitalisasi juga menyentuh bukan hanya jurusan banguan saja tetapi juga jurusan lain, seperti pertanian atau peternakan. Tentu saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Sehingga diharapkan out put lembaga SMK memiliki skils yang mumpuni untuk bersaing di dunia kerja. (ch)***

Sumber: vigonews.com 

Beri nilai konten ini  
Responsive image