1.301 Siswa SMK Diuji Kompetensi Jasa Konstruksi

oleh Apriliyadi 511

SEDIKTINYA 1.301 siswa mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Sertifikasi Kompetensi Siswa Sekolah Menangah Kejuruan (SMK) di 13 SMK di Indonesia. Sedang Kalimantan Selatan mencakup 164 siswa yang mengikuti uji kompetensi di SMKN 5 Banjarmasin.

KEPALA Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin Moody N Sanger menyebutkan, Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Sertifikasi Kompetensi Siswa SMK di 13 SMK Uji Coba Pelaksana Program Link and Match Bidang Konstruksi (Kerja Sama Ditjen Bina Konstruksi-Ditjen Dikdasmen di SMKN 5 Banjarmasin, Selasa (13/3/2018).

Senada itu, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi Kalsel Subhan Syarief mengatakan, banyak tenaga kerja Indonesia tidak siap pakai, sebab itu, dengan pemberdayaan melalui SMK, maka tenaga terampil akan semakin muncul.

Ia mengakui, Sumber Daya Manusia (SDM) Jasa Konstruksi di Kalsel relatif tinggi, karena itu dipadukan dunia pendidikan dengan dunia kerja. “Mereka dipastikan akan mampu bersaing dengan tenaga kerja di negara lain, dan nasional,” katanya.

Selain itu, sambungnya, Pemprov Kalsel memberikan dukungan kepada LPJK, untuk bidang jasa konstruksi dengan meminjamkan kantor yang diolah sebagai pusat pelatihan jasa konstruksi. “Kegiatan bidang jasa konstruksi menjadi balai pelatihan LPJK Provinsi Kalsel,” ungkap Subhan.

Mantan Ketua Intakindo Kalsel ini berharap, Kalsel menjadi contoh dalam peningkatan kualitas SDM.

Asisten II Pemprov Kalsel Hermansyah Manaf berharap peningkatan SDM terealisasi menuju Kalsel mandiri, maju, dan terdepan.

“Pemrpov Kalsel berupaya menjalankan program pendidikan dengan memberikan operasional daerah baik SMK/SMA. Ini untuk meningkatkan pencapaian mutu pendidikan,” tambahnya.

Pelaksanaan uji kompetensi keahlian diupayakan untuk peningkatan SDM era globalisasi. “Tuntutan dunia kerja di lokal, regional, nasional, dan international relatif banyak, dan uji kompetensi keahlian menjadikan sekolah kejuruan semakin berkualitas,” tandasnya.

Kini di Kalsel, terdapat 118 SMK/SMA, tentu tidak mudah dalam memberikan pembinaan dan bimbingan. “Pembekalan dan kompetensi Siswa SMK untuk mencetak tenaga handal bersertifikat.

Siswa mampu berstandar lokal, regional, nasional, dan internasional serta memiliki daya saing,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan pembicaraan melalui video call, bersama SMK di Aceh, Palembang, Jakarta, Kuningan, Purwodadi, Jogja, magetan, Makassar, Jayapura, Banjarmasin.

Direktur Ditjen Dikdasmen Dr Ir Bahrudin MM mengatakan, dengan revitalisasi SMK memberikan peluang peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. “Jumlah siswa SMK dari tahun ke tahun bidang jasa konstruksi terjadi penurunan, padahal lapangan pekerjaan banyak,” katanya.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Syarief Burhanuddin mengatakan, 700 ribu tenaga kerja yang bersertifikat, dan 847 tenaga ahli di Indonesia. “Tingkatkan tenaga ahli dan terampil, maka lahirkan sertifikat,” katanya.

Memang tenaga terampil lahir dari informal. “Kita sudah melakukan upaya pengakuan terhadap tenaga bersertifikat bidang konstruksi,” bebernya.

Bahkan, telah teranggarkan Rp410 triliun untuk pekerjaan bidang jasa konstruksi, banyak pekerjaan, namun tenaga kerja berkurang. “Memang lebih banyak diciptakan tenaga terampil,” katanya.

Tugas pengguna jasa, harus memilih tenaga yang bersertifikat, sebab akan terkana sanksi. “Sisi pendapatan yang bersertifikat lebih tinggi pendapatnya, ketimbang yang tidak memiliki sertifikat,” katanya.

Tenaga terampil memiliki kualitas pekerjaan yang baik dan efisiensi, apalagi kini 70 persen tenaga kerja di Kalsel berasal dari luar.(jejakrekam)

 

Sumber: Jejakrekam.com

Beri nilai konten ini  
Responsive image