Tunjang Sektor Industri, Pemerintah Dorong Revitalisasi Vokasi

oleh Apriliyadi 668

RILIS.ID, Cilegon— Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memastikan pemerintah akan terus mendorong revitalisasi pendidikan vokasi untuk menunjang bidang industri. Tujuannya untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil sesuai dengan kebutuhan industri di era kompetisi.

 

“Kemajuan industri di Indonesia yang berdaya saing dan didukung oleh putra-putri Indonesia yang profesional, akan memperkuat perekonomian Indonesia dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Maka kemudian perlu dilakukan kerja bersama dan bergotong royong untuk mencapai tujuan ini, saling bersinergi antara pusat, pemerintah daerah dan juga industri," kata Puan saat meluncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri, Banten, Senin (5/3/2018).

Putri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri ini menuturkan, pendidikan di Tanah Air selama ini belum diperkuat dengan sistem pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia masih banyak diisi dengan muatan kurikulum pendidikan yang kurang adaptif terhadap perkembangan industri.

"Jumlah guru produktif yang masih terbatas, dan peralatan praktik kerja yang tertinggal teknologinya dari perkembangan industri," paparnya.

Untuk itu, pemerintah melalui Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK telah menyusun beberapa agenda yang menjadi perhatian dalam revitalisasi vokasional. Diantaranya untuk Meningkatkan kapabilitas lembaga pendidikan vokasi yang meliputi penguatan kurikulum berbasis kompetensi dan kebutuhan industri, penguatan tenaga pengajar berbasis keahlian, peralatan praktik. Selanjutnya, meningkatkan akses sertifikasi lulusan dan akreditasi SMK, memperluas kerjasama SMK dengan dunia usaha/industri.

Lebih lanjut, politisi PDIP ini mengajak semua pihak untuk melihat kebutuhan industri dengan kemampuan sumber daya tenaga kerja yang dimiliki Indonesia. Karena, upaya sinergisitas semua pihak sebagai syarat mutlak untuk memajukan perekonomian di Indonesia dengan sumber daya yang ada.

Saat ini, lanjut Puan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menginisiasi kerja sama antara SMK dan dunia industri. Tujuannya untuk menciptakan keselarasan antara kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri.

"Menurut laporan, kerja sama ini sudah melibatkan 1.245 SMK dan 415 Industri.  Dan saya mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah aktif, seraya mendorong semakin banyak perusahaan terlibat dalam program ini untuk melakukan pembinaan terhadap SMK yang menjadi mitranya, termasuk memberikan bantuan peralatan praktik kepada beberapa SMK," tuntas dia.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Menperin Airlangga Hartarto, Mendikbud Muhadjir Effendy, pimpinan dan anggota Komisi VI dan X DPR RI, Wakil Gubernur Banten Andhika Hazrumy dan para pimpinan perusahaan.

Editor: Elvi R

 

Sumber: rilis.id

Beri nilai konten ini  
Responsive image