Ujian Praktik SMK Tak Hanya Kejar Nilai, Tapi Sertifikat Profesi

oleh Apriliyadi 766

KOTA – Ujian praktik beberapa SMK sudah melaksanakannya. Jadwal ditentukan dari pihak sekolah masing-masing sesuai jurusannya. Waktunya hampir dua minggu karena dibagi sesuai rombong belajar (rombel).

Seperti SMK Wisudha Karya. Saat ini masih berlangsung ujian praktik. Sejak Selasa (6/2) hingga Sabtu (24/2) mendatang. Salah satunya jurusan Teknik Pemesinan.

Menurut Ketua Kompetensi Keahlian Bagus Pujo Cahyono, ujian ini tidak hanya untuk pemenuhan kelulusan ujian nasional (unas), melainkan juga mendapatkan sertifikasi profesi.

”Pelaksanaannya bergantian. Soal untuk ujian praktik tidak dari Kemendikbud, melainkan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),” ungkapnya.

Dia menambahkan, ujian praktik memang sebelum ada ujian akhir sekolah (UAS). Ada dua ujian, sebelum praktik siswa mengerjakan ujian tertulis, kemudian disambung dengan ujian praktik.

Misalkan, ada siswa yang tidak lulus ujian sertifikasinya, maka akan mendapatkan nilai akhir saja. Tidak perlu mengulang tahun depan. Bagus mengatakan, jadi siswa jangan menganggap ujian praktik itu mudah. Butuh ketelitian dan fokus dalam mengerjakannya.

Sementara itu, di SMK Assa’idiyyah juga melaksanakan ujian praktik. Menurut Kepsek Ali Shodiqin, ujian ini sebagai pembuktian kemampuan siswa dalam keterampilan. ”Siswa SMK justru lebih banyak ditekankan pada praktik, karena dipersiapkan untuk masuk dunia industri. Materi soal yang diberikan dari Kemendikbud, karena masuk unas. Kalau SMA tidak ada ujian praktik, maka dua bulan sebelum pelaksanaan unas sekolah menjadwalkan ujian praktik,” tandasnya.

Ali menambahkan, siswa sudah dipersiapkan sebelumnya. Ujian praktik selain mendapatkan nilai juga ada sertifikat, dan harus benar-benar dilaksanakan dengan serius karena sebagai bekal mencari pekerjaan.

Sementara itu, dari Kemenag Pusat, sesuai aturannya, pelaksanaan Ujian Madrasah Berbasis Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) MTs dilakukan serentak. Hal itu dijadwalkan berbarengan dengan UNBK SMK.

Adapun sebanyak 22 dari 65 MTs di Kudus masih menumpang ujian di SMK. Untuk itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus melakukan sosialisasi terhadap kepala MTs se-Kabupaten Kudus terkait permasalahan tersebut.

Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 1 dan KKMTs 2 Kabupaten Kudus bersama puluhan kepala MTs se-Kabupaten Kudus menghadiri sosialisasi UNBK dan UAMBN-BK MTs. Acara berlangsung sekitar pukul 10.00-12.00 di MTs N 1 Kudus. Sosialisasi yang diadakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus tersebut dihadiri 65 kepala MTs se-Kabupaten Kudus.

Kakankemanag Kudus Noor Badi melalui Kasi Pendidikan Madrasah Suhadi mengatakan, pelaksanaan UAMBN-BK MTs yang dilaksankan pada tanggal 2-6 April 2018 mendatang berbarengan dengan jadwal UNBK SMK pada tanggal 2-5 April 2018. ”Pelaksanaan UAMBN-BK terkendala karena jadwalnya bertabrakan. Sementara sebagian MTs di Kudus masih ada yang menumpang di SMK/SMA/MA,” ujarnya.

Dijelaskan, dari total 65 MTs, ada 22 MTs yang menumpang ikut ujian berbasis komputer di SMK/SMA/MA. Untuk itu, pihaknya bersama kepala MTs memberikan sosialisai terkait hal tersebut. Ada lima mapel yang akan diikutkan UAMBN-BK. Yaitu, Fiqih, Akidah Akhlaq, Quran Hadits, Bahasa Arab, dan  Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

Sumber: https://www.jawapos.com/radarkudus/read/2018/02/13/48695/ujian-praktik-smk-tak-hanya-kejar-nilai-tapi-sertifikat-profesi

Beri nilai konten ini  
Responsive image