SMK Didorong Segera Membuka Kelas Industri

oleh Apriliyadi 1.720

JEPARA- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jateng diharapkan segera membuka Kelas Industri. Kehadiran kelas industri bagi sekolah kejuruan selain untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan bekal yang lebih baik kepada lulusan, juga dalam upaya semakin mendekatkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dudi).

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jateng, Gatot Bambang Hastowo dalam sambutan tertulis, yang dibacakan Kasi Kurikulum SMK Hari Wulyanto, saat membuka Kelas Industri SMK 1 Kalinyamatan, Kabupaten Jepara di Sekolah, Rabu (7/2). Dikatakan, Kadisdikbud menyambut baik inovasi dan kreativitas SMK 1 Kalinyamatan tekait dengan kelas industri.

Pembukaan tesebut diharapkan bisa menginspirasi SMK SMK lainnya untuk segera membuka kelas industri. Kelas Industri SMKN 1 Kalinyamata dibuka pada dua dari lima jurusan yang ada. Yakni, Jurusan Tata Busana, dan Jurusan Teknik Elektronka Industri.

Tata Busana untuk Kelas Industri bekerja sama dengan PT Starcam Apparel Indonesia Jepara, perusahaan PMA asal Korsel produsen garmen yang berada di Desa Bawu, Kecamatan, Batealit. Adapun Kelas Industri dari Jurusan Teknik Elektronika Industri bekerja sama dengan PT Dasaplast Nusantara, perusamaan BUMN, produsen berbagai jenis plastik, yang berada di Pecangaan.

Tanda Tangan

Kegiatan dihadiri Kepala Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Jateng Wilayah II di Pati, Santoso, General Manager PT Starcam Appareal Indonesia Jepara, Sihombing, Manajer PT Dasaplast Nusantara, Sunande, serta para Kepala SMK Negeri di Kabupaten Jepara.

Juga diadakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama kelas industri antara perusahaan dan sekolah. Kepala SMK 1 Kalinyamatan Djasmani mengatakan, pembukaan kelas industri bagi sekolah yang berlokasi di Desa Sendang, Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, menjadi pendorong bagi keluarga besar sekolah untuk meningkatkan proses pembelajaran yang lebih bermutu.

”Kami juga berharap, ini menjadi momen terbaik untuk bersinergi dengan Dudi,” ujarnya. Djasmani memaparkan profil sekolah dengan berbagai prestasi akademik maupun non akademik. Dia juga menjelaskan pelaksanaan Implementasi dari Inpres No 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

Kehadiran kelas industri merupakan keharusan SMK untuk melaksanakan program tersebut. ”Kami berharap, tiga jurusan lainnya, yakni Produksi Grafika, Tata Boga, dan Tata Kecantikan juga akan didorong agar tidak lama lagi dapat membuka kelas industri.” Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Hubin Fatkhul Hidayat mengatakan, jurusan kelas industri akan ditindaklanjuti dengan penambahan subkompetensi yang di sekolah belum ada dan di industri sangat dibutuhkan.(kar- 59)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/32445/SMK-Didorong-Segera-Membuka-Kelas-Industri

Beri nilai konten ini  
Responsive image