SMK 5 Balikpapan, Wakili Kaltim Unggulkan Budidaya Udang Berhasil Raup Keuntungan hingga Rp 50 Juta

oleh Apriliyadi 909

PROKAL.CO, Menjadi salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang fokus di bidang kemaritiman di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), membuat SMK 5 Balikpapan masuk dalam program revitalisasi SMK yang digencarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dengan prestasi dan keunggulan yang berhasil diraih, SMK 5 Balikpapan pada 2018 ini terpilih menjadi satu-satunya sekolah yang mewakili Kaltim di ajang pameran Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RPNK) 2018.

ACARA tersebut digelar pada 5 – 8 Februari 2018 di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kemendikbud di Depok, Jawa Barat.

Kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil yang siap kerja dan memiliki kompetensi di bidang keahlian menjadi kebutuhan utama bagi dunia usaha. Namun, lulusan pendidikan vokasi yang dihasilkan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih belum banyak diakui oleh dunia industri.

Adanya kondisi tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya meluncurkan program revitalisasi SMK yang kemudian diperkuat oleh Instruksi Presiden No. 9/2016 tentang Revitalisasi SMK yang menyasar 219 Sekolah Menengah Kejuaraan (SMK) pada 2017. Rinciannya, 125 SMK bidang prioritas, yakni bidang maritim/kelautan, pariwisata, pertanian, dan industri kreatif serta 94 SMK adalah bidang keahlian penunjang program prioritas nasional. Dari program ini, Kemendikbud berharap sekolah kejuruan diharapkan dapat mengisi di empat bidang prioritas, yaitu bidang pertanian, bidang kemaritiman, bidang pariwisata, dan bidang industri kreatif.

Untuk wilayah Kaltim, salah satu SMK yang disasar dalam program revitalisasi SMK adalah SMK 5 Balikpapan. Dengan keunggulan yang dimiliki oleh sekolah yang terletak di Jalan Mulawarman, Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur ini, akhirnya juga membawa SMK 5 Balikpapan terpilih sebagai salah satu dari 15 SMK yang diminta untuk meramaikan pameran di RPNK 2018.

“Awalnya kami mendapat informasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim untuk menjadi salah satu sekolah yang terpilih untuk unjuk hasil karya siswa siswi kami di acara Rembuknas,” terang Kepala Program Studi Pelayaran Kapal Perikanan, Deni Irawan saat ditemui Kaltim Post di Gedung Pusdiklat Kemendikbud, Depok, Jawa Barat, Rabu (7/2).

Deni—sapaan akrab Deni Irawan mengatakan, kali ini SMK 5 Balikpapan mengunggulkan produk budidaya udang windu dan juga alat penangkap ikan yang semuanya digarap langsung oleh siswa siswi SMK 5 Balikpapan.

Deni menjelaskan, terkait program revitalisasi SMK, memang tidak mencakup semua program studi yang ada di masing-masing SMK. “Kita unggulannya di bidang kemaritiman. Namun, kami kali ini kenalkan budi daya bibit udang windu,” jelas Deni.

Katanya, budi daya udang windu yang dilakukan oleh SMK 5 Balikpapan dilakukan sendiri siswa siswi jurusan Agrobisnis Perikanan Air Tawar sejak tahun 2005. Akan tetapi, dalam hal ini SMK 5 Balikpapan hanya fokus pada proses pembibitannya saja.

“Kita hanya fokus di proses pembibitannya saja. Yakni mulai usia tujuh hari sampai dua minggu yang masih seukuran jarum, kemudian dipasarkan ke Samarinda, Bontang, Tarakan hingga ke Berau,” ujar Deni.

Menurutnya, kegiatan budi daya yang melibatkan siswa siswi ini juga sebagai bentuk metode untuk pelatihan. “Kita juga memberikan tanggung jawab kepada siswa untuk menjaga kestabilan kualitas, suhu air dan sebagainya sehingga bibit udang yang dihasilkan bisa bernilai tinggi,” jelas Deni.

Wakil Kepala SMK 5 Balikpapan bidang Sarana dan Prasarana, Moh. Arifin menambahkan, proses pembibitan udang windu siklusnya selama 21 hari dilakukan di hatchery. Hatchery merupakan suatu bangunan yang berfungsi sebagai tempat memproduksi benih ikan ataupun udang mulai dari pemijahan sampai menghasilkan larva.

Pembangunan hatchery skala rumah tangga yang dimiliki SMK 5 Balikpapan tersebut dibangun dengan menggunakan anggaran dana hibah (block grant) dari Kemendikbud yang memang pemanfaatannya untuk pembangunan fisik sekolah/lembaga pendidikan dan sarana prasarana di lingkungan sekolah.

“Kita memasarkan bibit udang ini dalam fase post larva (PL), di mana harganya sekitar Rp 8 sampai Rp 15 per ekornya. Kita menjualnya bukan per kilogram loh ya, tapi per ekor PL itu tadi, ” kata Arifin.

Fase post larva (PL) adalah masa dari hilangnya kantong kuning telur sampai terbentuk organ-organ baru atau selesainya taraf penyempurnaan organ-organ yang ada. Pada akhir fase tersebut, secara morfologis larva telah memiliki bentuk tubuh hampir seperti induknya.

Sejak tahun 2006 hingga saat ini, lanjut Arifin, SMK 5 Balikpapan sudah memiliki enam bak yang masing-masing bisa menampung sekitar 20 ribu ekor PL.  “Biasanya kami menjualnya ke luar Balikpapan dan sistem pembayarannya akan dibayar setelah tiga kali pengiriman. Keuntungan yang bisa kita dapatkan per tahunnya sekitar Rp 50 juta,” beber Arifin.

Berhasilnya pembudidayaan bibit udang windu ini juga membuat SMK 5 Balikpapan berhasil meraih penghargaan dari Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Balikpapan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim.

“Ke depannya, kami akan terus kembangkan program studi ini sebagai bentuk revitalisasi SMK,” imbuhnya. (*/one/k18)

Sumber: http://kaltim.prokal.co/read/news/323759-berhasil-raup-keuntungan-hingga-rp-50-juta.html

Beri nilai konten ini  
Responsive image