Konsisten Dengan Literasi Digital

oleh Endang Sadbudhy Rahayu 984

Sebagai sekolah yang mengembangkan bidang keahlian Industri Kreatif, khususnya di bidang Teknologi Informasi, SMK Wikrama Bogor, juga menaruh perhatian dalam implementasi Gerakan literasi Sekolah. Sesuai dengan Bidang keahlian yang dikembangkannya, maka sekolah memantapkan diri untuk konsisten dengan Literasi Digital. Mengapa demikian? “1) dengan literasi digital, jelas lebih murah karena kami tidak perlu anggaran mengadakan buku; 2) siswa kami sudah terbiasa dengan kegiatan browsing, sehingga hal ini dapat didorong menjadi kegemaran membaca; 3) literasi digital sejalan dengan program di sekolah kami menuju ke paperless’, demikian Ir Itasia Dina Sulvianti, M.Si, mantan kepala SMK Wikrama yang saat ini aktif di yayasan yang membina SMK Wikrama, menjelaskan.


    Program literasi Digital di SMK Wikrama Bogor, tidak hanya berhenti dengan kegiatan membaca materi bacaan dalam salinan lunak/ softcopy atau berselancar melalui internet. Namun sekolah telah mengembangkan sebuah perangkat lunak yang disebut dengan aplikasi membaca cepat. Perangkat yang lebih tepatnya disebut aplikasi kecepatan membaca ini mempunyai cara kerja yang dimulai dengan pemaparan wacana, siswa membaca wacana tersebut dan dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan. Dari jawaban pertanyaan tersebut tergambar seberapa mampu menjawab pertanyaan. Dari jawaban pertanyaan tersebut akan ditampilkan kesimpulan lulus atau tidak lulus. “Wacana tersebut adalah karya guru-guru dan aplikasi yang ada kami buat sendiri”, penjelasan Iin Mulyani, Kepala SMK Wikrama Bogor.

 

 

 

 

 

 

Lalu, bagaimana sekolah dapat memastikan bahwa para siswa membaca konten yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk sikap yang benar terhadap informasi. Banyak keraguan di berbagai kalangan, kalau literasi digital dapat membuat siswa asyik dengan konten yang merusak karakter mereka, misalnya pornografi, radikalisme dan paham-paham yang menyimpang menurut tatanan hidup berbangsa. “Kami menyadari kekhawatiran banyak pihak tentang hal itu”, tukas Iin Mulyani sang Kepala Sekolah. Lebih lanjut Ibu Iin menjelaskan, “Cara yang kami tempuh adalah, 1) dari sisi server, telah kami buat proxy server untuk menyaring/ memfilter situs-situs yang kurang baik; 2) memberikan penjelasan manfaat positif dan negatif serta bahaya internet kepada warga sekolah pada waktu kegiatan pembelajaran, briefing pagi, kuliah umum; 3) kami juga bekerjasama dengan orangtua melalui pembimbing rayon untuk selalu memantau anak-anaknya dalam penggunaan internet”. Perlu diketahui bahwa SMK Wikrama Bogor tidak mengenal wali kelas, tetapi menggunakan pembimbing rayon, dimana para siswa kelas X hingga XII yang berdomisili di area tertentu dibimbing oleh seorang pembimbing rayon- itulah wali kelas mereka.


Bagaimanakah bila siswa menggunakan gawai mereka untuk berliterasi digital di sekolah? “sekolah kami tidak memperkenankan siswa membawa gawai ke sekolah”. Jelas ibu Iin. “Fasilitas HP terkait untuk komunikasi telah disediakan hotline sekolah; sedangkan fasilitas sosial media kami akomodir dengan tablet sekolah”, demikian ibu Iin menjelaskan proteksi sekolah atas penggunaan alat komunikasi yang bepeluang menimbulkan gangguan bagi perkembangan peserta didiknya. Ini juga merupaakan wujud komitmen sekolah terhadap pola penanganan generasi milenial yang serba digital namun tetap terarah.


Meskipun mempunyai komitmen dan tetap konsisten dengan literasi digital, SMK Wikrama juga tetap memberi perhatian terhadap jenis literasi lainnya. Penyediaan buku-buku perpustakaan maupun sudut baca juga dilakukan. Intinya sekolah tetap memberi ruang bagi mereka yang ingin membaca buku atau referensi lainnya dalam bentuk hardcopy. Sebuah sudut baca yang nyaman telah dihadirkan di bawah tangga lantai 3. Suasana nyaman dan penataan rak dan sarana. baca yang ditata apik menumbuhkan suasana nyaman dalam membaca. Tersedia pula papan yang digunakan sebagai tempat memajang karya siswa di lantai 1.

 

 

 

 

 

 

Untuk mengembangkan implementasi Gerakan Literasi Sekolah selanjutnya, “kami merencanakan para siswa menulis di blog, sehingga kelak para siswa masing-masing mempunyai blog untuk menuliskan kesan atau respons terhadap apa yang dibaca, atau menuliskan ide maupun gagasan mereka, demikian Ibu Itasia menambahkan penjelasannya. Kegiatan berliterasi tidak akan berhenti, inovasi kegiatan akan terus dilakukan oleh SMK Wikrama untuk menuju warga sekolah yang literat. Salam Literasi! Ayo Membaca….SMK Bisa! SMK hebat!

 

Beri nilai konten ini  
Responsive image