SMKN 1 CIMAHI PERCONTOHAN PROGRAM REVITALISASI SMK

oleh Apriliyadi 1.908

CIMAHI, Tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil dapat terbentuk dari pendidikan dan pelatihan vokasi bermutu dan relevan dengan dunia usaha dan industry (DUDI). Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peta jalan pengembangan SMK dan menyelaraskan kurikulum dengan kopetensi sesuai pengguna lulusan.

SMKN 1 Ciahi termasuk 125 SMK sebagai pilot project revitalisasi SMK oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016. Sekolah yang ditunjuk memiliki bidang keahlian sesuai prioritas pembangunan nasional yaitu Kemaritiman, Pariwisata, Pertanian (Ketahanan Pangan) dan Industri Kreatif. Keempat sector tersebut diproyeksikan akan memperkuat daya saing bangsa dan menyerap tenaga kerja,

Kepala SMKN 1 Cimahi Ejon Sujana mengatakan, revitalisasi di SMKN 1 Cimahi ditekankan pada keahlian Industri Kreatif. “Kami fokus pada keahlian produksi film dan program TV sesuai jurusan teknik produksi dan penyiaran program pertelevisian (TP4) diajarkan mulai tahun 2017 ini.’’ Ujarnya di kampus SMKN 1 Cimahi, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Jumat (22/9/2017).

Terdapat enam isu strategis prioritas revitalisasi SMK yaitu penyelarasan dan pemutakhirankurikulum; inovasi pembelajaran;pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan; kemitraan sekolah dengan dunia usaha/dunia industri (DUDI) dan perguruan tinggi, standarisasi sarana dan prasarana utama; serta penataan/pengelolaan kelembagaan.

“SMKN 1 Cimahi bertekad melakukan pembaruan pada program Revitalisasi SMK di antaranya penyelarasan kurikulum mengacu pada kebutuhan industri. Tenaga pendidikan diupayakan memiliki pengalaman industri melalui program keahlian ganda yang didukung magang maupum mendatangkan guru tamu dari industri. Siswa lulusan didorong memiliki sertifikasi kompetensi. Selain itu perluasan thecing Favtoi SMK agar mendorong inovasi dan produktivitas lulusan SMK. Untuk sarana-prasarana sedang membangun tambahan ruang kelas maupun ruang praktik,” katanya.

Untuk program revitalisasi tersebut, lanjut Ejon, SMKN 1 Cimahi bekerja sama dengan sejumlah industri sehingga kurikulum di sekolah selain mengandung kearifan local, juga sejalan dengan target kebutuhan industri dalam memenuhi kebutuhan pekerja yang dihasilkan SMK dengan kualifikasi yang memadai.

Selain jurusan TP4, Ejon metakini jurusan lain di SMKN 1 Cimahi bias mendapat manfaat dari program revitalisasi tersebut. Jumlah siswa mencapai 2.546 orang dengan pengajar 150 orang, sekolah dilengkapi ruang kelas belajar 32 unit, dan 36 unit ruang Lab./praktik.

Pendamping Revitalisasi SMK untuk SMKN 1 Cimahi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Agus Setiawan mengatakan, seetiap sekolah yang direvitalisasi sudah dilakukan analisis potensi sesuai kelebihan dan kekurangan. “Kita bersama pihak sekolah membuat peta jalan pengembangan 3 tahun ke depan sesuai arah peta revitalisasi sampai 2019. Bagaimana capaian 6 aspek strategis revitalisasi dalam jangka pendek dan jangka panjang,’’ ujarnya.


sumber: Pikiran Rakyat 25 September 2017

Beri nilai konten ini  
Responsive image