SMKN 2 Tanah Grogot Ikuti Revitalisasi SMK

oleh Desy Gita 660

PROKAL.CO, TANA PASER  -  Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Tanah Grogot terpilih sebagai salah satu SMK yang masuk dalam program revitalisasi SMK yang digaungkan Presiden Joko Widodo. Pasalnya, salah satu bidang studi yang diunggulkan di sekolah ini adalah pertanian. Di mana, salah satu agenda yang akan dilakukan adalah melaksanakan pertemuan dengan para stakeholder, di antaranya, pelaku dunia industri.

Pendampingan revitalisasi ini dilakukan tim revitalisasi dari Universitas Negeri Semarang, Dr EngYeri Sutopo MPd MT. Pendampingan akan dilaksanakan pada September dan November 2017.

Kepala SMKN 2 Tanah Grogot, Ujang Mulyana SP MM didampingi Humas SMKN 2 Abdul Haris SPd mengungkapkan, revitalisasi SMK bertujuan untuk peningkatan daya saing sumber daya manusia, Hal ini berdasarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2016. Program revitalisasi SMK merupakan amanah nawacita dan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 dalam rangka pemenuhan 58 juta orang tenaga kerja terampil pada 2030.

“Program revitalisasi ditujukan pada bidang keahlian pertanian (agrobisnis dan agroindustri untuk ketahanan pangan), kemaritiman, pariwisata, dan industri kreatif. SMKN 2 Tanah Grogot merupakan salah satu SMK yang dipilih Direktorat Pembinaan SMK (DPSMK) sebagai pilot project program revitalisasi,” ujar Ujang diamini Haris, Jumat (15/9).

Ditambahkan Haris, pendamping program revitalisasi melaksanakan tugas yang diawali pertemuan dengan manajemen sekolah, mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan ketua program keahlian. Pertemuan SMK dengan pihak industri merupakan kegiatan yang sangat penting, karena menjadi fasilitator yang efektif dalam hubungan kemitraan.

“Manfaatnya cukup banyak. Di antaranya, pihak SMK dapat promosi sekolah ke industri, mengevaluasi kebutuhan tenaga kerja sebagai bahan perencanaan program kemitraan (partnership), membantu sinkronisasi kurikulum, mendapatkan masukan terkait peningkatan kompetensi siswa dan lulusan, serta memfasilitasi penempatan lulusan di industri, kebutuhan sertifikasi tenaga kerja, dan menyusun program kerja secara bersama,” ungkap Haris.

SMKN 2 Tanah Grogot, sambung Haris, sudah selayaknya berbangga, karena masuk dalam program yang hanya diikuti 125 SMK se-Indonesia. Di Kalimantan Timur hanya ada tiga sekolah, termasuk SMKN 2 Tanah Grogot. Diharapkan program ini makin menguatkan dan memantapkan lulusan di dunia kerja nantinya. (**/ian/cal/k1)

Sumber: balikpapan.prokal.co

Beri nilai konten ini  
Responsive image