Aceh Kirim Guru Produktif SMK Ikut Pelatihan ke Korea Selatan

oleh Yuli Setiawan 758

Sebanyak 15 orang guru produktif SMK se-Aceh bidang pertanian, peternakan, dan pengolahan hasil pertanian mengikuti pelatihan di Korea Selatan, mulai 5-27 September 2017. Pelatihan dilaksanakan di Hankyong National University di Provinsi Gyeonggi dan beberapa desa pertanian di sana.

Sebelum ke Korea para guru telah dibekali kemampuan berbahasa dan budaya Korea Selatan. Pembekalan dilakukan di P4TK Cianjur Jawa Barat selama dua minggu (21 Agustus - 3 September 2017).

Program pelatihan ini dibiayai oleh Pemerintah Aceh melalui anggaran Dinas Pendidikan Aceh tahun 2017 bekerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Pertanian Cianjur, IKCS, Hankyong National University.

Mereka mewakili SMK-PP Negeri Saree, SMK-PP Negeri Bireuen, SMK-PP Negeri Kutacane, SMKN 1 Kota Jantho, SMKN 2 Takengon, SMKN 1 Penanggalan Subulussalam, SMKN 1 Beungga, SMKN 1 Gandapura, SMKN 1 Trumon Timur, SMKN Trienggadeng, SMKN 1 Karang Baru, dan SMKN 1 Pasie Raja.

Selama di Korea para guru akan mendapatkan teori pertanian dari kampus Hankyong dan mencoba teknologi pertanian Korea. Para guru juga akan melihat dan mempratikkan langsung pertanian di Korea, tinggal langsung dengan petani korea, bahasa dan budaya korea, mempelajari pengolahan hasil pertanaian di korea, ujian kompetensi.

Selain pelatihan dan magang, nantinya diharapkan terjalin kerjasama antar SMK Pertanian dengan universitas dan pelaku Dunia Usaha Dunia Industri pertanian Korea dalam bentuk Penandatanganan MoU.

Para peserta yang mengikuti pelatihan sepulangnya diharuskan mempresentasikan hasil pelatihan.

peserta juga wajib membuat rencana tindak lanjut (RTL) hasil dari pelatihan untuk dikembangkan di sekolah asal masing-masing.

Selama di Korea peserta didampingi peserta didampingi oleh Muksalmina mewakili Dinas Pendidikan Aceh, Hedi Holidin mewakili P4TK Cianjur, Meisy Chang mewakili IKCS, dan Khatmi Ilyas mewakili SMK-PP Negeri Saree. Rencananya mereka akan kembali ke Aceh pada 28 September 2017.


Sumber: https://www.goaceh.co

Beri nilai konten ini  
Responsive image