Prioritaskan Pendidikan Vokasi

oleh Yuli Setiawan 1.270

Pengembangan pendidikan vokasi diperlukan untuk menciptakan tenaga terampil yang berdaya saing.

JAKARTA - Pemerintah daerah diimbau memberikan prioritas pada pendidikan vokasi. Ini perlu dilakukan untuk melahirkan tenaga terampil dan siap kerja Indonesia. Imbauan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

“Pendidikan vokasi menjadi salah satu arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk diberikan prioritas sebagai wujud menciptakan tenaga terampil yang berdaya saing,” demikian disampaikan Mendikbud saat mengunjungi SMK Negeri 1 Glagah, Banyuwangi. SMK yang memiliki keunggulan keterampilan nautika tersebut menjadi kebanggaan Indonesia. Pada bulan Juni tahun ini, 10 peserta didik SMK itu akan dikirim ke Jepang untuk menerima pelatihan selama tiga tahun.

“Hal ini perlu di contoh oleh sekolah kejuruan lain, dan memberikan motivasi bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia dalam memberikan penguatan dan perhatian terhadap pendidikan vokasi,” tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini. Setelah SMK Negeri 1 Glagah, selanjutnya Mendikbud mengunjungi SMK Negeri 1, Kecamatan Giri, Banyuwangi, yang memiliki keunggulan di bidang pariwisata. Pada kesempatan ini, Mendikbud meresmikan Edotel Kusuma Banyuwangi (hotel 12 kamar) yang diinisiasi oleh para alumni SMK tersebut.

“Dengan berdirinya hotel ini dapat membantu meningkatkan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi. Kami harapkan Pemkab dapat membantu pengembangan hotel ini seperti menambahkan jumlah kamarnya,” pesan Mendikbud. Pada kunjungan berikutnya, Mendikbud mengunjungi SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Banyuwangi. SMK ini memiliki keunggulan keterampilan otomotif. Pengembangan dan penguatan pendidikan vokasi sangat penting dilakukan karena masa depan Indonesia ada di tangan-tangan orang yang terampil.

“Menjadi keunggulan bangsa kita yakni pariwisata, kemaritiman, pertanian, dan industri kreatif. Mari bersama-sama kita perkuat keunggulan yang kita miliki,” ajak Muhadjir. Ia berharap Kabupaten Banyuwangi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam penguatan dan pengembangan pendidikan vokasi. Fokuskan keunggulan yang sudah dimiliki masing-masing SMK. Dengan begitu, akan menghasilkan lulusan yang produktif dan berdaya saing. “Lulusan ini nanti akan menyongsong bonus demografi dengan menghasilkan anakanak kita yang mampu bersaing secara nasional dan internasional,” ujarnya. Pelatihan vokasi atau yang lebih dikenal sebagai pelatihan kerja merupakan shortcut (jalan pintas) untuk percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia.

Pelatihan Kerja

Sementara itu, dalam berbagai kesepatan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M Hanif Dhakiri, mengingatkan pentingnya pelatihan kerja. “Kenapa orang miskin? Karena penghasilannya rendah? Kenapa rendah? Karena pekerjaannya tidak berkualitas. Kenapa tidak berkualitas? Karena pendidikannya rendah sehingga tidak mempunyai keterampilan. Kenapa pendidikannya rendah? Karena miskin. Berputar terus seperti lingkaran setan,” kata Menaker.

Dengan pelatihan kerja, orang miskin yang berpendidikan rendah dan tidak memiliki keterampilan memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan. Jika keterampilannya meningkat, seseorang bisa memiliki pekerjaan yang berkualitas dengan penghasilan yang besar sehingga secara otomatis akan mengeluarkannya dari lingkaran setan kemiskinan. Untuk itu, menurut Hanif, agar pelatihan kerja bisa diakses oleh masyarakat secara masif maka diperlukan penguatan akses dan mutu lembaga pelatihan kerja seperti Balai Latihan Kerja (BLK).

Beri nilai konten ini  
Responsive image