Apa yang sedang Anda Pikirkan?

oleh Handri Zakki Pratama, S.Pd. 1.183

Kalau kita terbiasa update status selalu muncul kotak dialog dibeberapa media sosial yang isinya “apa yang sedang anda pikirkan”. Bagi siswa kelas XII rasanya kata-kata tersebut menarik untuk direnungkan. Agenda akademis kelas  XII akan mulai terasa geregetnya mana kala mendekati akhir bulan Januari, serangkaian ujian akan segera menghampiri tanpa bertanya kesiapan anda untuk menghadapinya. Dimulai dari Try Out Ujian Nasional, Uji Kompetensi Keahlian, Ujian Sekolah Praktik, Ujian Sekolah Teori, Pra-Ujian Nasional dan di final anda akan berhadapan dengan Ujian Nasional.

“Apa yang sedang anda pikirkan” untuk menghadapi rangkaian ujian tersebut? Sudahkah anda mempersiapkan sekaligus memantaskan diri untuk mencapai hasil yang diingkan? Ataukah anda masih terjebak di kotak Pandora “pencarian jati diri” yang selalu mengagungkan “inilah aku yang terhebat disekolah ini” mudah-mudahan fase ini sudah terlewati.

“Apa yang sedang anda pikirkan” untuk mempersiapkan fase kehidupan setelah lulus sekolah?

Bekerja? Melanjutkan studi (kuliah)? Atau menikah?

Beruntunglah anda yang sudah memantapkan pilihan dari ketigannya, karena tak perlu lagi kerepotan mencari jawaban yang akan mempengaruhi kualitas kehidupan anda setelah beranjak dari bangku sekolah.

Bagi anda yang masih wara-wiri sibuk dengan tujuan masih ingin populer disekolah, bersiaplah memikirkan “apa yang sedang anda pikirkan” setelah lulus dari sekolah!

Ingin langsung bekerja tapi masih belum siap dengan mental kerja seperti disiplin, inisiatif yang tinggi, tanggung jawab, dan menyambung relasi dengan dunia kerja maka persiapkanlah diri anda dari sekarang karena belum terlambat! 

Ingin langsung kuliah melanjutkan studi tapi belum siap dengan pola belajar yang baik, memilih universitas yang cocok, memilih jurusan yang sesuai maka persiapkanlah diri anda dari sekarang karena belum terlambat!

Ingin langsung menikah tapi belum siap dengan mental berumah tangga dan sikap dewasa untuk menikah dini maka jangan paksakan kehendak anda!

“Apa yang sedang anda pikirkan” merupakan tanggung jawab terbesar anda dalam memilih dan menentukan keberlangsungan hidup anda 4 tahun kedepan. Jangan ada alasan karena ikut teman, karena dipaksa orang tua, atau karena ikut ramenya, 4 tahun yang akan datang anda akan berada di fase “abu-abu” sementara teman anda sudah mulai membangun pondasi kehidupan yang kokoh selepas lulus sekolah.

Tidak lucu bukan, ketika teman anda update status dikotak dialog “apa yang sedang anda pikirkan” sedang menikmati fase perjuangan kehidupannya, sementara anda update status “GALAU nich!”

Mudah-mudahan kemudahan menyertai kehidupan anda setelah lulus dari bangku sekolah.

Aamin.


Oleh: Handri Zakki Pratama, S.Pd.