Mata Pelajaran Bahasa Asing Di SMK Perlu Diberi Ruang Dalam Kurikulum

oleh Irna Anjani 4.365

Mata pelajaran bahasa asing merupakan mata pelajaran yang termasuk muatan lokal dalam struktur kurikulum KTSP di SMK, yang dinilai cukup memberikan kontribusi kepada Pemerintah terutama dalam penanggulangan lulusan untuk siap terjun ke dunia kerja. Sebenarnya pergantian kurikulum menjadi kurikulum 2013 pun tak mempengaruhi struktur kurikulum yang sudah ada karena rohnya kurikulum 2013 ada pada kurikulum KTSP. Jadi, tidak ada alasan untuk meniadakan mata pelajaran bahasa asing. Diperkuat dengan pernyataan Prof. Surya ketika memberikan materi pada pelatihan narasumber Kurikulum 2013 tahun 2015 silam, “Dalam menghadapi MEA mata pelajaran bahasa asing sangat perlu”ucapnya.  Hal ini, mengacu pada permendikbud no. 60 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SekolahMenengah Kejuruan / Madrasah Aliyah Kejuruan pada pasal 5 ayat 10 yang isinya Mata pelajaran umum kelompok B sebagaimana dimaksud pada ayat (8) dapat ditambah dengan mata pelajaran muatan lokal yang berdiri sendiri. Ditambah lagi, dengan rasionalisasi pengembangan kurikulum 2013 yang dikembangkan berdasarkan faktor tantangan eksternal.

Tantangan eksternal yang dimaksud terkait arus globalisasi dan berbagai isu dengan masalah lingkungan hidup, budaya, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif serta perkembangan pendidikan di tingkat Internasional. Melihat kenyataan semakin terasa dan tidak dapat dihindari generasi bangsa akan melewati proses globalisasi tersebut. Jika kita sebagai pengajar SMK  tidak mempersiapkan softskills dan hardskills nya bisa jadi output sekolah kita akan terlindas oleh mengalirnya tenaga kerja asing yang masuk ke negara kita. Anak didik kita selain perlu dibekali dengan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan kejuruan juga perlu dibekali dengan kompetensi keterampilan bahasa asing. Bagaimana bisnis ekonomi, pendidikan, budaya, dan yang lainnya dapat sukses jika tak dibekali kompetensi bahasa asing yang baik dan komunikatif untuk menjembatani hal tersebut .

Gaung Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), World Trade Organization (WTO), Asia-Pacific Economic Coorperation (APEC) dan ASEAN Free Trade Area (AFTA) sudah tak terbendung  yang harus dihadapi oleh anak didik kita. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), rasanya sudah tidak dapat dielakkan harus mengantongi kompetensi bahasa asing. Sekolah – sekolah SMK yang selama ini sudah memasukkan bahasa asing untuk menjadi muatan lokal sangatlah tepat. Penulis sangat yakin anak didik Indonesia akan menembus pasar dunia dan dapat bersaing dengan negara lain jika mereka memiliki kompetensi bahasa asing. Terbukti berdasarkan data yang penulis dapat dari Forum Pengajar Bahasa Asing SMK Indonesia yang berhasil penulis himpun sebanyak kira-kira 700 SMK di seluruh Indonesia sudah berhasil menelurkan output (lulusan ) terbaik mereka yang menembus pasar Asia dan Eropa. Bahkan di Jepang  lulusan SMK yang terseleksi perusahaan Jepang dalam bidang pertanian, perikanan, dan pelayaran  dari Indonesia menduduki urutan pertama sebagai tenaga kerja yang mempunyai kualitas kerja yang dinilai baik sehingga mereka mendapatkan upah yang lebih besar dibandingkan negara-negara berkembang lainnya seperti : Bangladesh, Vietnam dan Thailand. Selain itu, lulusan SMK juga tersebar di kapal pesiar Eropa, artinya mereka harus bisa menguasai bahasa asing selain bahasa Inggris.

Penulis, sebagai pengajar bahasa asing di SMK merasa bangga dan sangat mengapresiasi terhadap anak didik yang dapat bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain dan mengarungi hidup di negara lain hanya dengan berbekal bahasa asing. Kontribusi positif yang sudah diberikan kepada bangsanya, sehingga penulis pantas memberi gelar anak didik sebagai pahlawan devisa yang mempunyai dedikasi dan etos kerja yang baik. Wawasan dan pengalaman yang banyak akan mereka bawa kembali ke negaranya Indonesia untuk membangun bangsa dan negara ini dapat lebih baik.

Sehingga dengan merujuk pada rasionalisasi kurikulum 2013 dan permendikbud no. 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan SMK yang harus berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dapat menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia, kiranya Bahasa Asing harus dibuat spesial dalam payung hukum struktur kurikulum yang berlaku saat ini. Perwakilan forum bahasa asing yang sempat bertemu dengan Kasubdit Kurikulum PSMK Kemendibud Bachrun berkata “Mata pelajaran bahasa asing harus mengantongi SK Bupati/ Walikota / Gubernur”. Untuk itu, support dan motivasi dari pemerintah daerah pun sangat diperlukan untuk mewujudkan terealisasinya Tujuan Pendidikan Nasional. Maju bersama membangun negeri, SMK bisa!!
Konten ini dikontribusikan oleh:

Irna Anjani

Pengajar mata pelajaran bahasa Jepang di SMKN 1 Susukan, kabupaten Cirebon.

Beri nilai konten ini  
Responsive image